GZB dan Kitab Suci
Dikatakan bahwa kebenaran yang hakiki tidak mungkin ada di dalam Kitab Suci, tetapi ada di dalam manusia sendiri. David Spangler, tokoh GZB dalam bukunya Exploration, 1980, halaman 72, mengemukakan pendapatnya tentang orang-orang GZB. Ia mengutip ayat firman Tuhan dan mendefinisikan kembali pengertiannya (diputar-balik) supaya sesuai dengan tujuan penyesatan GZB: "Apa yang sedang muncul saat ini adalah sekelompok orang (GZB) yang secara harfiah disebut sebagai garam dunia, tetapi secara sadar dan secara spiritual juga menerima ke-elohim-an mereka tanpa menjadi sombong. Mereka adalah pemberi hidup, dan mereka meletakkan dasar pemerintahan masa depan, The New World Order".
Mereka banyak mengambil ayat-ayat firman Tuhan yang ditafsirkan diluar konteksnya (ini penipuan Iblis yang sangat sangat kurang ajar) untuk mengajarkan konsep-konsep mereka. Tentang reinkarnasi misalnya, mereka mengambil ayat Yohanes 3:3, Yohanes 9:1-3, Matius 11:14, Matius 17:12, dan masih banyak lagi. GZB juga mengakui Injil Gnostik yang ditemukan dekat Nag-Hamadi, Mesir, dan menganggapnya sebagai tulisan yang asli tentang ajaran Yeshua Hamasiah (buku: A Short Introduction to The New Age Movement, Lucas, Vol. 4 no. 1). Marilyn Ferguson, penulis GZB, dalam bukunya Aquarian Gospel of Jesus The Christ, mengatakan bahwa Yeshua Hamasiah mempelajari ajaran Timur dari para Yogi di India dan mengungkapkannya dengan baik dalam doktrin reinkarnasi. Satu lagi dusta Iblis.
Melihat begitu banyaknya penyimpangan dan kesesatan disekitar kita dewasa ini, membuktikan bahwa saat-saat terakhir zaman ini akan segera datang. Kitab Suci menubuatkan akan datangnya masa-masa yang sukar, kembalinya zaman Nuh dan zaman Lot, banyak mesias palsu, guru palsu dan ajaran-ajaran palsu yang menipu dan menyesatkan. Umat Tuhan, kita semua, dituntut untuk lebih giat dalam meningkatkan kwalitas rohani. Tidak ada jaminan anda akan tidak tersesat jika anda tidak benar-benar "melekat" pada "pokok anggur" Yeshua Hamasiah. Pengenalan akan Tuhan mutlak dituntut dari semua kita. Walaupun Iblis tidak sepintar yang dia kira, tetapi dia juga tidak sebodoh yang kita duga. Pekerjaan-pekerjaan merusaknya melalui sarana Gerakan Zaman Baru membuktikan hal itu.
|
Walaupun Iblis tidak sepintar yang dia kira, tetapi dia tidak sebodoh yang kita duga.
|
|