PRINSIP DASAR PENYESATANNYA
Pada dasarnya Iblis hanya memutar-balikkan pengertian firman Tuhan dengan penipuan dan kebohongan. Dimulai di Taman Eden ketika Iblis membujuk Hawa dengan mengatakan "sekali-kali kamu tidak akan mati" (Kejadian 3:4). Ini kebohongan pertama yang dijadikan prinsip dasar falsafah GZB melalui apa yang mereka namakan reinkarnasi. GZB menyangkal kenyataan tentang kematian dan menyangkal penghakiman terakhir Tuhan. Dikatakan bahwa seseorang mengalami siklus kehidupan beberapa kali sampai keseimbangan karma tercapai.
Kebohongan kedua: "Kamu akan menjadi sama seperti Tuhan" (Kejadian 3:5). Ini prinsip dasar penting GZB lainnya. Merupakan kepercayaan GZB bahwa manusia adalah Tuhan. Menurut mereka masalah umat manusia bukanlah masalah dosa, melainkan masalah ketidaktahuan manusia akan keberadaan elohim-nya. Prinsip ini dalam prakteknya memaksa seseorang untuk menerima kenyataan bahwa potensi jiwa merupakan penentu dari segala keberhasilan yang hendak dicapai. Dengan kata lain, manusia tidak perlu Tuhan, karena kekuatan jiwa manusia mampu berbuat lebih banyak daripada Tuhan.
Sebagaimana dijelaskan diatas, GZB bukanlah kepercayaan atau agama baru, tetapi suatu falsafah atau faham dimana manusia diajak untuk melihat segala sesuatunya dengan cara pandang baru, termasuk cara baru melihat Tuhan, Yeshua Hamasiah, dosa, keselamatan, dan seterusnya. Secara nyata ini adalah pergeseran nilai spiritual dengan falsafah dan kebudayaan anti Kristen menjadi landasan pemikiran, gaya hidup, dan sistem normatif yang ingin diterapkan secara universal bagi generasi manusia akhir zaman.
Tuhan bukan pribadi, pendapat mereka, dan ini kebohongan Iblis yang berikutnya. Tuhan adalah kosmos yang berisi energi alam semesta, sehingga segala sesuatunya adalah Tuhan. Setiap fenomena yang kelihatan adalah bagian dari Tuhan dan ruang diantara fenomena-fenomena itu adalah Tuhan. Dan karena semuanya adalah Tuhan, maka tidak ada Tuhan. Manusia tidak tergantung kepada sesuatu diluar dirinya tetapi dari potensi kekuatan dirinya sendiri. Kitab Suci berkata: "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam" (Zakaria 4:6). Kitab Suci mengatakan bahwa Tuhan adalah seorang pribadi yang bisa marah, sedih, dan penuh dengan kasih. "Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah menganuriakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). Statement Elohim ini sekaligus membuktikan bahwa hidup kekal manusia sepenuhnya tergantung kepada Tuhan, melalui Yeshua Hamasiah, bukan tergantung kepada diri sendiri. Hanya Tuhan yang patut disembah bukan diri sendiri, karena pada dasarnya manusia di-design dan diciptakan untuk tergantung hanya kepada-Nya, bukan kepada kekuatan, potensi, dan kemampuan sendiri.
Tokoh GZB, MacLaine, dalam bukunya Dancing In The Light, 1985, halaman 358, menulis seperti ini: "Setiap jiwa adalah Tuhan sendiri. Anda tidak boleh memuja yang lain atau apapun selain diri sendiri. Sebab anda adalah Tuhan. Mencintai diri sendiri adalah mencintai Tuhan".
DOSA
Sekali lagi, permasalahan manusia yang terbesar menurut GZB adalah manusia tidak mengetahui keberadaannya yang elohim. Oleh sebab itu manusia perlu disadarkan melalui berbagai teknik terapi yang melibatkan pikiran dan tubuh. Kitab Suci mengatakan bahwa masalah manusia yang terbesar adalah dosa, yang mengakibatkan manusia kehilangan kemuliaan Tuhan, dan ber-upahkan maut. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Hamasiah Yeshua" (Roma 3:23-24). "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Hamasiah Yeshua, Tuhan kita" (Roma 6:23).
Kitab Suci mengajarkan tentang penebusan dosa, pembenaran, dan kelahiran baru di dalam Yeshua Hamasiah sebagai satu-satunya jalan kepada hidup kekal. Dosa merupakan satu hal yang ditolak GZB. Menurut mereka itu adalah etika moral yang bersifat relatif. Tidak ada baik dan jahat, baik dan jahat adalah satu, sama saja. Ini kebohongan Iblis yang sangat disamarkan.
|