MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME QUESTIONS & ANSWERS

Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyan yang masuk ke REDAKSI kami.Apabila anda ingin mendapatkan penjelasan seputar "VISI GLOBAL ELOHIM" atau hal-hal / prinsip-prinsip ke-kristenan yang seringkali membingungkan, silakan menghubungi REDAKSI. Pertanyaan-pertanyaan akan di muat dalam situs Questions & Answers, bila dinilai penting untuk diketahui setiap calon "COVENANT HOLDERS". Kami menantikan respons anda.
(nama anda kami muat inisialnya saja bila anda menghendakinya).

Question:
Hidup Dalam Tuntunan Roh.
Di akhir zaman ini saya sering mendengar hamba Tuhan berkata bahwa kita, di akhir zaman ini, harus hidup menurut tuntunan Roh Kudus (Ruach HaKodesh), kalau tidak maka kita tidak akan dapat bertahan hidup di dalam dunia yang dikuasai si jahat ini. Pertanyaan saya adalah apa itu hidup di dalam tuntunan Roh Kudus, bagaimana caranya, dan bagaimana hubungannya dengan kelahiran baru? Saya belum sepenuhnya mengerti tentang itu - dapatkah anda menjelaskannya secara lengkap? (Ester, Bandung).

Answer:
Firman Tuhan merupakan pengertian yang menembus dimensi alamiah ke dalam dimensi supranatural, dimana terletak realitas yang sebenarnya. Kalau anda menerjemahkan Kitab Suci (Bible) hanya dengan mata dan pikiran alamiah saja, anda tidak akan mampu hidup dalam kuasa Tuhan yang supranatural. Anda tidak lebih dari orang-orang Farisi yang hanya melihat dengan mata jasmani saja. Kitab Suci tidak lebih dari buku yang berisi peraturan dan ketentuan semata, dan anda menjadi Tauratis. Sebagai manusia, kita telah kehilangan hubungan dengan Tuhan sebagai akibat dosa Adam, dan dengan demikian sebenarnya kita juga telah kehilangan pengertian mengenai diri sendiri. Sebagaimana kita ketahui, manusia diciptakan 3 bagian, manusia roh, manusia jiwa, dan manusia daging/tubuh. Dosa Adam menyebabkan manusia roh, sebagai sarana berkomunikasi dengan Tuhan, mati. Manusia kemudian berupaya sendiri untuk mencapai pengertian-pengertian roh tentang jati dirinya, siapa aku, dari mana aku, mengapa aku disini, kemana aku kelak akan pergi, dan seterusnya.

Jelas usaha manusia itu gagal, pertanyaannya adalah apakah mungkin bagi manusia untuk memahami dirinya sendiri dan mengetahui kehendak Tuhan atas hidupnya? Ada satu jalan, dan jalan itu adalah jalan yang dibuat Tuhan oleh korban darah-Nya sendiri, yaitu menerima pengampunan dosa melalui Proses Kelahiran Baru! Melalui proses ini, manusia dibenarkan dari dosa, kembalilah kesadaran sebagai manusia roh, dan terbuka kembali hubungan Roh Tuhan dengan roh manusia tersebut. Sehingga apa yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh pikiran dapat diketahui oleh roh yang ada di dalam kita.

"Siapakah gerangan diantara manusia yang tidak tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia?" (1 Korintus 2:11).

Kita tidak mungkin mengetahui hal-hal mengenai diri kita sendiri dengan pikiran kita, tetapi kita dapat mengetahuinya dengan roh yang ada di dalam diri kita sendiri. Tanpa kelahiran baru tidak mungkin manusia roh kita terbuka. Yang ada hanya kekuatan jiwani (pikiran, kehendak, dan perasaan) dan juga kekuatan-kekuatan setan, roh-roh dunia yang mendominasi kehidupan kita (bd. Galatia 4:3). Dan dengan kondisi seperti itu tidak mungkin manusia dapat berhubungan dengan Tuhan karena Tuhan adalah Roh (Yohanes 4:24). Iblis juga meniru pekerjaan Tuhan, ia juga bisa membuka kesadaran roh manusia melalui para dukun dan kuasa-kuasa gelap lainnya. Tetapi ia bukan membebaskan manusia, ia mengikat manusia semakin jauh ke dalam dosa. Kelahiran baru dan menjadi "ciptaan baru" adalah buah pekerjaan Ruach HaKodesh, saat dimana Ia datang, membebaskan roh kita, dan tinggal di hati kita (Galatia 4:6), dan menuntun kehidupan kita dalam kehendak-Nya selama Ia mendapati respons yang akan melahirkan iman.

Ketika manusia roh kita terbuka-pun Iblis akan semakin berusaha meminimalkan kuasa Roh Kudus di dalam roh kita dengan cara mendominasi kita dengan kekuatan jiwa. Kita dijauhkan dari dimensi supranatural, dari sarana kedekatan kita dengan Tuhan. Iblis berusaha mematikan kembali manusia roh manusia. Kalau Tuhan mengatakan bahwa Roh-Nya tinggal di dalam hati kita, itu bukan berarti Ia bersikap pasif dan tidak melakukan apapun. Ia selalu ingin melakukan pekerjaan-pekerjaan besarnya melalui anda. Tetapi karena Ia bukan Tuhan yang memaksakan kehendak-Nya, Ia menunggu respons anda, Ia menantikan undangan anda untuk "turut serta dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan bagi anda" (Roma 8:28). Kalau anda punya hati yang teachable, anda akan bersikap responsif terhadap segala yang di firmankan-Nya. Dan ketika anda melakukan itu, Ia akan menuntun roh saudara kepada awal manusia diciptakan-Nya, yaitu sebagai manusia roh, yang mempunyai jiwa dan hidup di dalam tubuh daging. Bukan sebagai manusia jiwa, atau manusia daging yang berjiwa. Tetapi sebagai manusia roh, sehingga seluruh kehidupan anda di dominasi oleh roh anda atas tuntunan Ruach HaKodesh. Ini yang dikatakan hidup di dalam Hamasiah, yaitu who walk not after the flesh, but after the spirit (Roma 8:1=KJV).

Ketika anda hidup secara roh, anda akan menangkap pesan-pesan Tuhan melalui firman-Nya. Kitab Suci bukan lagi sebagai tulisan yang mati, tetapi anda akan melihatnya sebagai isi hati Tuhan, perkataan yang hidup. Setiap ayat yang anda baca, berbicara langsung di roh anda dan menjadi rhema di dalam kehidupan anda. Anda akan menangkap pengertian-pengertian yang luar biasa, yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh anda, yang tidak anda dapatkan melalui mata jasmani anda, sehingga hidup anda akan selalu berada di dalam kontrol Tuhan yang terus-menerus. Hikmat dan pewahyuan yang selalu baru datang sesuai dengan kebutuhan anda, karena anda membaca firman Tuhan dengan mata roh anda sehingga firman itu hidup dan menghidupkan anda.

"Segala perkataan-Ku adalah roh dan hidup" (Yohanes 6:63).

Manusia jiwa dan manusia daging anda tidak mungkin mampu mengerti sesuatu yang roh. Tidak heran orang Kristen yang hidup secara jiwa atau secara daging tidak pernah mengalami jamahan kuasa Tuhan atas hidupnya karena tidak hidup di dalam dimensi kuasa supranatural. Mereka mungkin sudah membaca Kitab Suci ribuan kali dan hafal sampai titik komanya, tetapi hikmat-hikmat Elohim jauh dari mereka. Orang-orang "Farisi" yang "agamawi" tidak pernah masuk di dalam Kerajaan Tuhan, kita harus lebih dari mereka.

"Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Matius 5:20).

Kemampuan akal pikiran sangat terbatas, saatnya masuk ke dalam dimensi Tuhan yang tidak terbatas, dimana anda akan hidup penuh otoritas Tuhan untuk "menguasai segala sesuatu" seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa. Tanpa hidup dalam tuntunan Ruach HaKodesh, anda miskin dengan hikmat Elohim. Contoh sederhana, anda bahkan tidak tahu ketika hendak bepergian ke Surabaya misalnya, anda harus naik apa, pesawat udara, kapal laut, kereta api atau naik mobil sendiri, atau sama sekali tidak pergi? - dan bagaimana anda bisa tahu suatu bahaya mengintai anda disuatu tempat, atau suatu situasi rusuh yang akan anda hadapi, atau bahkan mengetahui ada sesuatu yang belum beres di dalam diri anda? Tanpa pimpinan Ruach HaKodesh, anda seperti orang buta masuk medan peperangan, menjadi sasaran panah Iblis dan bulan-bulanan setan-setan kegelapan yang saat ini menjadi penguasa atas bumi (bd. 1 Yohanes 5:19).

Hubungan-hubungan apapun di akhir zaman ini didasarkan pada Roh, bukan pada kesamaan hobby, olah raga, atau profesi, tetapi pada Roh.

Bagaimana caranya hidup dalam tuntunan Roh Kudus? Tidak ada satu teori manusiapun mampu menjelaskannya, dan tidak ada cara lain selain anda membuka hati dan respons, bebaskan Roh Tuhan bekerja di dalam anda dan nikmati pengalaman roh berjalan dan bergaul bersama Dia. Maka Ia sendiri yang akan mengajarkan "segala sesuatu" (Yohanes 14:26) kepada anda. Learning by doing.

more on questions & answers: >>






  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.